Friday, June 26, 2009

KISAH PENYELAM MUTIARA

Perjalanan hidup manusia tidak ubahnya bagaikan kisah penyelam mutiara. Seorang penyelam mutiara, dalam melaksanakan tugasnya selalu dibekali dengan tabung oksigen yang terpasang di punggungnya. Pada saat ia terjun menyelam, niatnya bulat ingin mencari tiram mutiara sebanyak-banyaknya. Tetapi begitu ia berada di bawah permukaan laut, ia mulai lupa pada apa yang harus dicarinya. Kenapa? Ternyata pemandangan di dalam laut sangat mempesona. Bunga karang yang melambai-lambai seolah-olah memanggilnya, ikan-ikan hias berwarna-warni yang saling berkejaran dengan riangnya membuatnya terpana.

Ia pun lalu terlena ikut bercanda ria, melupakan tugasnya semula untuk mencari tiram mutiara yang berada jauh di dasar laut sana.Hingga pada suatu saat, dia terkejut manakala disadarinya oksigen yang berada di punggungnya tinggal sedikit lagi. Timbullah rasa takutnya. Tak terbayang olehnya bagaimana kemarahan majikannya kelak bila ia muncul ke permukaan tanpa membawa tiram mutiara sebanyak yang diharapkan. Maka dengan tergopoh-gopoh ia pun busaha untuk mencari tiram mutiara yang ada disekitarnya.

Namun sayang, kekuatan fisiknya sudah melemah, energinya sudah habis terkuras bercanda ria dengan keindahan alam bawah laut.Akhirnya isi tabung oksigennya benar-benar kosong, sehingga walaupun tiram mutiara yang diperolehnya sangat sedikit, ia mau tidak mau harus muncul ke permukaan. Malangnya lagi, karena tergesa-gesa dia tidak sempat mengikat kantongnya dengan baik, sehingga ketika tersenggol ikan yang berseliweran di sampingnya, tiram mutiara yang sudah didapatnya dengan susah payah itu sebagian tertumpah ke luar.Di permukaan, majikannya telah menunggu. Begitu dilihatnya isi kantong si penyelam tidak berisi tiram mutiara sebagaimana yang ia harapkan, maka tumpahlah caci makinya dan saat itu juga si penyelam dipecatnya tanpa pesangon sedikitpun. Tentu saja bisa kita bayangkan bagaimana gundahnya perasaan si penyelam.

Dengan penuh rasa penyesalan, si penyelam berusaha minta kesempatan ulang untuk menyelam kembali. "Tuan, ijinkanlah aku untuk menyelam kembali, pasti aku akan mencari tiram mutiara sebanyak-banyaknya." Namun majikannya dengan tegas menolak, "Percuma engkau aku beri kesempatan, ternyata engkau hanya pandai membuang-buang oksigen saja."Kisah ini amat mirip dengan perjalanan hidup manusia di dunia. Tabung oksigen adalah perlambang jatah umur manusia, tiram mutiara mengibaratkan pahala yang harus kita kumpulkan dan tiram mutiara yang tumpah mengumpamakan pahala yang hilang karenanya, sedangkan keindahan yang ada di dalam lautan melambangkan godaan-godaan kenikmatan duniawi dengan harta, tahta dan wanitanya.

Marilah kita instropeksi, sudah cukupkah tiram mutiara yang kita peroleh?, Sehingga bila suatu saat kita harus muncul ke permukaan menemui majikan kita, Allah swt, Ia ridha menerima kita. Apalagi Ia telah berfirman dalam surat Al-Ankabuut ayat 6:"Tidaklah kehidupan DUNIA ini melainkan SENDA GURAU dan PERMAINAN, sesungguhnya AKHIRAT itulah yang SEBENAR-BENARNYA KEHIDUPAN."Juga Firman-Nya dalam QS Al Hadid ayat 20 yang artinya:"Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah PERMAINAN dan suatu yang MELALAIKAN, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. ...... Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah "KESENANGAN YANG MENIPU."

SUMBER:Buku Sentuhan Kalbu .penyaji Ir.Permadi AlibasyahOleh Syafruddin Yahya @ Discussion Board

Friday, June 19, 2009

10 Quirky Economic Indicators

by Candice Lee Jones
Friday, June 12, 2009provided by

These off beat barometers of the economy can give you much needed guidance for your portfolio or simply a good laugh.

Everyone is scrambling to get their fingers on the pulse of the economy. When will it turn around? Have we seen the worst? The answers may not be as elusive as you might think.

In the past, you might have relied on the old Hemline Theory to determine which way the market was heading: As hemlines rose, so did stock prices. Think model Twiggy in her super-short mod dresses of the '60s, followed by falling hemlines in the '70s as the economy weakened.

But these days you'll find all sorts of clues in everyday life to help determine where the economy really stands. Dry cleaners, for instance, may seem a bit more cluttered these days, and it's true -- many people are stalling an extra week before shelling out to pick up their clothes. Eyeliner sales are surging these days, and a cutback in eye makeup may signal a resurgent economy in which people are spending on costlier personal luxuries.

1. Packed Theaters

During the last seven recession years, box office sales have increased in five of them. The new Star Trek movie pulled in more than $200 million in the month of May, just one example of how well cinemas are faring these days. According to the National Association of Theatre Owners, the number of movie tickets sold in the first quarter of 2009 increased more than 9% from last year.

Better films? Hot new actors? People continue to fill theater seats, NATO says, because movies are one of the least expensive entertainment options out of the house. The average ticket price in 2008 was $7.18. So when the lines get shorter, go buy some stock.

2. Green Thumbs

The National Gardening Association finds that the number of households who will grow their own fruits, berries, vegetables and herbs this year is 19% higher than in 2008.

That makes 43 million gardeners in the United States this year. It's fun and relaxing, no doubt, but 54% of the respondents say the prospect of saving money on groceries motivates them to till the soil.

3. First Dates

Misery loves company, eh? Online dating service Match.com notices a pattern in its site activity during tough times. The fourth quarter of 2008 was their busiest in seven years (the site has been around since 1995). Match had a similar surge in late 2001, right after 9/11.

The company believes people are looking for someone with whom to try to forget about money troubles -- or share the pain. When the Dow Jones industrial average dropped to a five-year low last November, Match.com had its second busiest weekend of the year.

4. Romance Novels

The economy has broken your heart and stomped it to pieces and now you need to put it back together. At least that's what Harlequin, the giant romance novel publisher, says is happening. In 2008, Harlequin's sales were up 32% from the year before. In 2009, its sales are still rising.

The publisher credits this its uplifting stories that offer a haven, and to the low prices of the books relative to other entertainment. This theory has stood the test of time. Harlequin saw a similar sales increase during the recession of the early 90's. So if these stories start piling up unwanted on the discount table at the bookstore, alongside all those mis-timed guides to real estate riches, better news is on the way.

5. Droopy Eyes I

America is all tuckered out. A poll by the National Sleep Foundation found that nearly one-third of Americans lost sleep because they were worried about their finances. The 2009 Sleep in America Poll also found that 10% of those people tossed and turned specifically worrying about their jobs -- roughly the same percentage of Americans who are out of work.

6. Droopy Eyes II

Americans spent $10.3 billion in 2008 to endure 1.7 million cosmetic surgeries, which is 9% less than in 2007. The American Society of Plastic Surgeons cites the bad economy.

Without as much extra cash -- and facing depleted retirement funds and much less home equity -- fewer people can spend freely on plastic surgery. The number of liposuction procedures was down 19% in 2008 and tummy tucks down 18%. If you can get an appointment with a top surgeon without much of a wait, that's a sour sign for the economy. But, then again, maybe you can strike a deal.

7. Goopy Eyes

You've got that recession look in your eye. Total eye makeup sales at supermarkets and drugstores were up 8.5% in the one-year period that ended on March 22, compared to the previous year. In that time period, more than $260 million was spent on eye makeup -- in particular, eye liner was up 9% and mascara almost 13%.

The leading lipstick indicator -- the idea that lipstick sales rise in economic downturn as consumers settle for inexpensive luxuries -- is not holding up. Lipstick sales are down 11%. But eye make-up has replaced lipstick as the indicator, so the principle is the same.

8. Gators

What do 100,000 alligators have to do with the economy? The gators are all residents at Savoie's Alligator Farm, one of the largest alligator farms in Louisiana. The farm, which sells gator skin hides to tanners who in turn sell them to luxury designers like Louis Vuitton, has not sold a single hide since November, according to Savoie's.

This business is awful because people are not buying alligator skin handbags and luggage. The makers of designer labels therefore don't need to buy hides. This is tough on the gator farmers who are losing money fast and trying to keep the hides they already have in stock from spoiling. But it's good news for alligators everywhere -- if they only knew.

9. Dry Cleaning

The International Drycleaning and Laundry Institute is hearing gripes from many of its 5,000 members. The poor economy has customers are visiting less frequently and leaving clothes for longer. Weekly customers visit every two weeks, monthly customers visit bi-monthly, and some people delay their pickups even longer to avoid the bill. This has been a staple indicator of hard times before.

10. Mosquito Bites

We know the real estate bust has done a number on the economy, but did you know it can actually make you itch? In Maricopa County, Ariz., enormous numbers of foreclosed or abandoned homes have vacant swimming pools and unattended ponds. The stagnant waters -- known as green pools -- are a hotbed for mosquito breeding.

Maricopa County Environmental Services Department's Johnny Diloné says crews have treated more than 4,000 green pools already in 2009. During the same period in 2007, before metropolitan Phoenix's housing market collapsed, they had treated only 2,500. While most of the "green pools" are on vacant properties, some do belong to residents who just cannot afford to maintain their pools and ponds.

Copyrighted, Kiplinger Washington Editors, Inc.

Thursday, May 21, 2009

Majlis Penyampaian Hadiah Kuiz KTD








Pada 17 hb Mei yang lalu, satu majlis penyampaian hadiah kuiz Kat Tetap Di Hati telah diadakan di Asiari, SACC Mall Shah Alam. Antara yang dapat hadir di majlis tersebut ialah Sarina Ramli (Pemenang pertama), Mohd Hakim Zakaria (Pemenang Kedua) dan dua pemenang saguhati, Kak Noraini dan Siti Suhaini (mewakilkan adik). Selain daripada itu orang kuat Alaf21fc, Abang Long, Mersik dan Zarina turut menghadirkan diri.
Pada masa yang terhad itu saya sempat beramah mesra dan berbual tentang dunia buku dengan para pemenang. Terima kasih kepada semua yang telah menjayakan majlis yang tidak sepertinya ini. Insya-ALLAH saya akan menganjurkan kuiz lagi untuk novel yang seterusnya. Kini saya sedang menyiapkan novel kelima yang lebih menjurus kepada novel pembangun jiwa. Semoga anda semua mendoakan kejayaan saya. Sekian wassalam.

SENARAI NAMA PEMENANG

PEMENANG PERTAMA = WANG TUNAI RM300.00
Sarina Ramli
sure_fine_whateverr@yahoo.com

PEMENANG KEDUA = WANG TUNAI RM200.00
Mohd Hakim b Zakariasimurl.com/akim ; akimsensei@yahoo.com.my

PEMENANG KETIGA = WANG TUNAI RM100.00
Retnawati Mohd Yusof
sayangawak@yahoo.com

10 PEMENANG SAGUHATI (SENASKAH NOVEL LIZA ZAHIRA ATAU NOVEL ALAF21)
1. Nor Suriati Mohamed (basyier45@yahoo.com.my)
2. Sabariah binti Saari (sabariah.saari@my.pwc.com)
3. Noraini binti Yat (ladyjeanz@yahoo.com)
4. Trisya J (trisya13@yahoo.com)
5. Siti Suhaini Binti Mohd Sahib (sitisms@toyota.com.my)6. Noraini binti Talib (ain_bp@yahoo.com)
7. Salbina Mohamad Awang (shalby2008@yahoo.com)
8. Zana (http://mezanna08.blogspot.com)/ (Batrisya230607@gmail.com)
9. Loimin Gadait (loimin.gadait@sabah.gov.my)
10. Nur Hasliza Zakaria (lizazakaria@yahoo.com.my)

* Semua pemenang akan menerima sehelai Baju T Liza Zahira

Tahniah kepada semua!














9 SEBAB-SEBAB HATI TIDAK BAHAGIA

Antara mazmummah utama yang menghilangkan bahagia di hati ialah :
1. Pemarah paling mudah dikesan atau dilihat dan paling banyak di dalam diri manusia. Orang seperti ini jarang mendapat kawan dan hati tentunya tidak tenang.
2. Pendendam tersembunyi iaitu ibarat mengumpul lahar di dalam dada. Orang seperti ini sentiasa mencari-cari peluang untuk membalas dendam hatta secara yang kecil-kecil sekalipun seperti sakitkan hati atau tempelak orang yang didendami itu. Sebab itu orang pendendam mudah kena sakit jantung.
3. Hasad dengki - amalanya hangus akibat hasad dengkinya itu kerana ia memiliki sifat ketuhanan.
4. Bakhil - sentiasa merasakan orang lain menginginkan harta, kesenangan, pangkat dll. dari dirinya. Contohnya sentiasa berdalih mengatakan ia tiada duit. (rezeki yang diberi oleh Allah elok dikongsi bersama..-derma) Allah lebih sayang orang yang fasiq tetapi pemurah tetapi benci orang yang abid tetapi bakhil. Kerana walaupun fasiq, pemurahnya itu tetap memberi manfaat pada orang lain kerana kadangkala rezeki itu Allah beri melalui maknusia
5. Tamak orang yang tidak puas dengan yang sedikit nescaya tidak akan puas dengan yang banyak kerana dunia ini ibarat meminum air laut...walau berapa banyak yg diminum tetap tak abis jugak...lagipun org tamak selalu rugi.. ** Ingat ! yang dikatakan harta atau rezeki kita bila ia dipakai atau digunakan oleh kita. Selagi tidak diguna iaitu disimpan, itu belum boleh dikatakan rezeki kita. (mungkin ada hak orang lain di situ) Biarlah rezeki itu sedikit tetapi mendapat keberkatan iaitu dapat dimanfaatkan.
6. Tidak sabar andainya perkara yang kecil pun tidak boleh bersabar apatah lagi hal-hal yang lebih besar. (oleh itu banyak2kanlah bersabar bila hadapi dugaan..cthnyer time keja banyak..tetap maintain vogue walau keja bertimbun atas meja..heh..heh..)
7. Ego - ibu segala mazmummah jadi ia membuatkan seseorang paling tidak tenang. Orang yang memiliki sifat ini pantang tercabar dari sudut zahir mahupun batin.
8. Riak terseksa sendiri kerana sentiasa tercari-cari peluang untuk dipuji. Sentiasa berlakun-lakun di depan orang. Jika ia dipuji, ia akan menambah amalnya tetapi jika dikeji, ia akan mengurangkan amalnya. -Allah marah kalau kita riak..takabbur dgn aper yg kita ada..
9. Cinta dunia - tidak dapat menderita, ...dapat pun menderita kerana bila sudah dapat susah pula menjaganya. Berhartalah tidak mengapa tetapi kawal hati jangan diletakkan pada harta itu. biler mati cuma bawa amalan dan doa anak yg soleh/solehah... Cinta dunia merupakan "neraka dunia" kerana dunia itu "panas" akibat ia merupakan barang buruan dan rebutan. Jadi letakkanlah akhirat itu di hati dan dunia itu di tangan supaya dunia itu senang dibahagi-bahagi dan akhirat dibawa mati.
Kesimpulan
Jadi yang meragut kebahagiaan sebenarnya bukanlah secara TOTALnya disebabkan kemiskinan, musibah, kesibukan dllnya. tetapi ialah MAZMUMMAH.
Makin tinggi mazmummah seseorang, makin ia tidak BAHAGIA. Samada bermujahadah atau biarkan saja mazmummah itu, kedua-duanya tetap menderita tetapi andainya bermujahadah kita akan dibantu Allah dan akan bahagia jua akhirnya. So..sama-samalah kite sentiasa ingat mengingati antara satu sama lain...andai kita terleka dengan dunia buruklahh padahnya.
Wallahualam"

Dipetik melalui kiriman emel daripada Marziati Mohamad [marziati.mohamad@tm.com.my]

Gambar pesta buku

















*Pasangan bahagia - pembaca setia Pa&Ma.
* Pelancaran Buku khas Pa&Ma ke-5, Penjagaan Ibu dan Bayi
* Artis turut memeriahkan gerai Karangkraf.
* Bergambar dengan pembaca setia.

Saturday, April 18, 2009

Pesta Buku & majlis penyampaian hadiah

Pesta Buku Antarabangsa kembali lagi. Mulai 17 - 25 April ini PWTC akan dibanjiri oleh peminat-peminat buku dan petugas-petugas gerai yang menjual buku dan majalah. Karangkraf & Alaf21 turut terbabit seperti biasa. Jangan lupa singgah di gerai kami di level bawah dan atas seperti tahun lalu. Sayang gerai tidak sekumpul seperti 2 tahun lalu. Pa&Ma turut mengadakan game menarik untuk pembeli Pa&Ma Mei dan buku khas Penjagaan Ibu & Anak. Jadi, jangan ketinggalan untuk mendapatkan harga yang menarik.

Kepada peminat novel Liza Zahira, anda boleh bertemu saya Ahad ini dan Ahad depan. meskipun dalam jadual saya hanya berada pada hari Jumaat (semalam) tetapi saya tetap berada di hari-hari lain untuk memberi sokongan.

Untuk pemenang kuiz, saya masih belum mendapatkan ruang untuk mengadakan majlis penyampaian hadiah yang saya ingin sangat anjurkan. Pada asalnya saya ingin adakan pada waktu Pesta Buku tetapi memandangkan hambatan waktu, mungkin lebih baik diadakan selepas Pesta Buku di tempat yang lebih santai. Saya harap para pemenang akan bersetuju. Kepada yang tidak dapat hadir nanti, saya akan poskan hadiahnya.

Saya pun terima komen dari kak Salbina yang sudah ada keempat-empat novel saya. Insya-ALLAH, akak boleh namakan novel penulis lain sebagai ganti. Saya tidak ada halangan. Kepada yang lain harap bersabar sedikit masa lagi kerana hambatan waktu membuatkan saya masih gagal menentukan tarikh sebenarnya penyampaian hadiah itu. Tidak ada niat di hati untuk mengelak kerana saya boleh mengirim sahaja hadiah itu tetapi seeloknya kalau ada satu majlis ringkas tentu indah.

Saya turut ingin menjemput orang-orang penting di Alaf 21 dan Alaf21 fc untuk memeriahkan majlis berkenaan kelak.

Bali (12-16 April 2009)
































Assalammualaikum wrt,
Akhirnya kaki saya menjejak tanah Bali pada minggu lalu. Empat hari sebenarnya tidak cukup untuk melihat, memahami dan memberi komen yang adil tentang Bali. Cuma pada saya, cuacanya hujan dan panas (lebih panas dari Malaysia) membuatkan ada kala saya rasa rimas. Tetapi bila berada di tanah tinggi seperti Kitamani & Bedigul keadaan lebih nyaman. Kalau hendak bercerita tentang Bali memang panjang tetapi pada masa yang terhad ini saya menyatakan yang saya lebih senang dengan suasana laut Malaysia berbanding Bali. Meski pun di sini kita boleh melihat para peluncur meliuk lentuk di atas puncak ombak menguji skil masing-masing. Saya turut berpeluang menaiki bot kaca untuk melihat karang & hidupan laut. Hmmm...tapi pada saya Tioman lebih indah.

Memang mengujakan bila waktu kita sama. Jadi, bila sampai di sini anda tidak perlu menukar waktu. Cuma bezanya matahari cepat lebih kurang 2 jam. Subuh jam 4.00 pagi dan maghrib jam 5.00 ptg. Masjid tidak banyak di sini kerana penduduk Islam hanya 10 %. Selebihnya Hindu dan ada sedikit Budha (kaum Cina yang biasanya menjadi taukeh-taukeh restoran dan gedung-gedung besar).

Di sini suasananya aman dan anda bebas berjalan siang & malam. Pusat-pusat spa tumbuh bagai cendawan lepas hujan tetapi sekali lagi pada saya urutan di Malaysia jauh lebih enak. Jadual perjalanan memang ketat menyebabkan saya dan keluarga gagal bermalas-malasan di pantai sedangkan itulah kegemaran kami...berenang, bersnokling dan bermain pasir.

Mungkin kami akan ke sini sendirian tanpa kumpulan kerana acaranya tentu akan lebih bebas dan peluang untuk bersantai atau ber'island hoping' lebih panjang. Apa pun, Bali tetap indah buat penggemar seni kraf. Penduduknya sangat komited menghasilkan kraf yang sangat halus dan indah.

Paling menarik bagi pelancong Malaysia di sini ialah 'shopping'. Apapun, pada saya kalau bershopping sakan tentu paling seronok dan sesuai di Bandung, Jakarta dan Padang. Insya-ALLAH saya akan ke Padang untuk mendapatkan busana muslimah yang berkualiti pada harga yang sangat berpatutan. Seterusnya agenda saya ialah hendak menunaikan Umrah (insya-ALLAH) tahun depan. Ya Rahman Ya Rahim, jemputkan aku sekeluarga sebagai tetamu-Mu. Amin.

Pencarian Rohani & jejak sejarah
Memandang wajah-wajah melayu di sana hati menjadi sayu. Bali adalah tinggalan orang-orang besar kerajaan Majapahit yang lari selepas penjajahan Belanda di Indonesia. Masihkah anda ingat tentang kisah Parameswara yang datang ke Tanah Melayu dan membuka Melaka? Parameswara berasal dari kerajaan Majapahit dan merupakan penganut Hindu (Alhamdulillah, syiar Islam sampai di bumi tercinta ini dan Parameswara serta rakyat jelata beriman kepada kepada ALLAH SWT hingga dapat dinikmati oleh kita semua hari ini).
Orang melayu di Bali sangat patuh pada ajaran agama mereka iaitu Hindu dan sangat menghormati tetamu. Bayangkan kalau Islam tidak sampai di Tanah Melayu, maka mungkin keadaan di Bali adalah cerminan kehidupan kita dahulu kala hingga kini. Di Bali ada jalan Hang Tuah dan tempat yang bernama Ulu Melaka. Sebab itulah, hati saya terasa sangat dekat dan sayu. Alangkah indahnya jika kita semua bersaudara...